Welcome

Welcome To My Blog

Rabu, 13 Juli 2011

Badai Matahari, Ancam Bumi KIAMAT di 2013


Ilmuwan memperingatkan suatu ledakan energi Matahari bisa melumpuhkan Bumi tiga tahun mendatang. Para peneliti khawatir ledakan besar itu terjadi pada tahun 2013 dan bisa menyebabkan pemadaman listrik secara total di seluruh dunia dan kekacauan global.

Seperti dilansir The Sun edisi 21 September 2010, potensi bencana yang terjadi sekali dalam seabad ini bisa membawa ancaman serius pada sejumlah fasilitas vital: kerusakan jaringan listrik, hancurnya sistem komunikasi, pesawat jatuh, dropnya stok pangan dunia, dan porak-porandanya jaringan Internet.

Bencana sejenis disebutkan pernah terjadi pada tahun 1859 dan  mendatangkan kerusakan dahsyat di Eropa dan Amerika. Saat itu dilaporkan kawat telegraf terbakar habis. Bahkan, saat itu diberitakan dua pertiga langit di Bumi diselimuti cahaya aurora berwarna merah darah.

Peringatan malapetaka ini--yang mengingatkan pada gambaran kiamat di film '2012' ala Hollywood--tak kurang membuat was-was Menteri Pertahanan Inggris, Liam Fox. Dia lalu menggelar konperensi darurat di London pada 20 September lalu. Fox yang bergelar doktor mengatakan bencana yang dampaknya sulit diukur dan diprediksi ini bisa mengakibatkan kerusakan berskala hebat. Dan jika benar terjadi, maka badai matahari itu bisa menciptakan kerusakan yang jauh lebih berbahaya ketimbang ledakan serupa pada tahun 1859.

Da lalu meminta para ilmuwan untuk menyusun strategi guna mengantisipasinya. Konferensi yang diselenggarakan oleh Dewan Keamanan Infrastruktur Listrik Inggris itu mendengar paparan dari para ahli bahwa Matahari akan mencapai tahap kritis dari siklusnya di tahun 2013 mendatang.

Ketika itu, gelombang energi magnetik yang tercipta di atmosfer diperkirakan akan memicu badai radiasi yang menyebabkan lonjakan energi berkekuatan besar. Akibatnya, akan tercipta badai awan di kota-kota besar dunia seperti London, Paris, dan New York. Pada tahun 1989, bencana serupa yang berskala kecil sempat mengganggu pembangkit listrik di Quebec, Kanada.
Mantan penasihat pertahanan pemerintah AS, Dr. Avi Schnurr, juga memperingatkan, "Badai geomagnetik bisa menghancurkan negara-negara di muka bumi. Kita tidak bisa berpangku tangan menunggu bencana itu datang."

Ancaman Badai Matahari


Misteri badai atau tsunami matahari kini tidak saja menjadi perhatian para peneliti. Pengambil kebijakan di Inggris pun mulai risau dengan fenomena di luar angkasa itu - apakah sedahsyat dengan julukan yang disandangnya (tsunami atau badai) dan bisa mendatangkan malapetaka bagi semua penghuni Bumi.

Menteri Pertahanan Inggris, Liam Fox, sampai menggelar suatu konferensi khusus di London pada Senin, 20 September 2010. Pejabat bergelar doktor di bidang medis itu rupanya menganggap serius peringatan dari para ilmuwan - termasuk dari NASA awal tahun ini - bahwa suatu ledakan energi Matahari bisa melumpuhkan Bumi pada 2012.

Seperti dilansir harian Telegraph dan The Sun, para peneliti khawatir ledakan besar yang mereka sebut sebagai tsunami matahari itu bisa menyebabkan pemadaman listrik secara total di seluruh dunia dan kekacauan global. Potensi bencana yang terjadi sekali dalam seabad ini bisa membawa ancaman serius pada sejumlah fasilitas vital: kerusakan jaringan listrik, hancurnya sistem komunikasi, pesawat jatuh, dropnya stok pangan dunia, dan porak-porandanya jaringan Internet.

Bencana sejenis disebutkan pernah terjadi pada tahun 1859 dan  mendatangkan kerusakan dahsyat di Eropa dan Amerika. Saat itu dilaporkan kawat telegraf terbakar habis. Bahkan, saat itu diberitakan dua pertiga langit di Bumi diselimuti cahaya aurora berwarna merah darah.

Maka, Fox meminta para ilmuwan untuk menyusun strategi guna mengantisipasinya. Mantan penasihat pertahanan pemerintah AS, Dr. Avi Schnurr, juga memperingatkan, "Badai geomagnetik bisa menghancurkan negara-negara di muka bumi. Kita tidak bisa berpangku tangan menunggu bencana itu datang."
***
Namun, tidak semua ilmuwan yang saat ini was-was dengan ancaman badai matahari itu. Seorang peneliti astronomi dari Indonesia menilai bahwa badai matahari bukanlah hal yang perlu ditakutkan.

Peneliti utama Astronomi dan Astrofisika dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, memaparkan bahwa badai matahari terjadi dari awal terbentuknya matahari dan akan terus terjadi selama matahari ada. Djamaluddin juga mengatakan bahwa badai matahari yang merupakan siklus 11 tahunan dapat juga terjadi setiap saat dan tidak dapat diperkirakan secara tepat kapan akan terjadinya lagi.

”Badai matahari sering sekali terjadi, pada tahun 1996 dan 2009 aktivitas badai matahari sangat sedikit, ini disebut matahari tenang. Ketika badai matahari banyak terjadi, maka disebut matahari aktif. Ini terjadi pada tahun 1991,2000, dan diperkirakan akan terjadi lagi pada tahun 2013,” ujar Djamaludin saat dihubungi VIVAnews, Jumat 24 September 2010.

Bahkan, dia menuturkan, badai matahari terakhir yang mengenai bumi terjadi pada tanggal 1 Agustus 2010 kemarin. Hal ini tentunya luput dari pengamatan masyarakata awam karena badai matahari ini tergolong dalam skala kecil.

“Badai matahari yang kecil hanya akan menimbulkan aurora di kutub,” jelasnya.

Menanggapi ramainya berita dan kekhawatiran yang timbul akan ramalan badai matahari 2013 yang akan melumpuhkan bumi, Djamaludin menjelaskan bahwa badai matahari tidak berbahaya bagi kehidupan manusia secara langsung. Dia meluruskan anggapan bahwa badai matahari adalah sesuatu yang sangat menakutkan bagi umat manusia.

“Badai mataharinya sendiri tidak berbahaya secara langsung bagi umat manusia. Namun kemajuan teknologi saat inilah yang terlalu rentan akan badai matahari,” lanjutnya lagi.

Dia menjelaskan bahwa teknologi yang menggunakan satelit dan listrik, seperti navigasi, komunikasi dan perbankan, akan memperoleh imbasnya. Dia memberikan contoh efek terbesar dari badai matahari terjadi pada tahun 1989 di Kanada dan Swedia.

“Pada saat itu badai matahari menyerang konduktor listrik dan menyebabkan listrik mati selama sembilan jam,” jelasnya.

Hal ini terjadi karena partikel-partikel dari badai matahari mempengaruhi induksi listrik di daerah tersebut, namun hal ini tidak akan berpengaruh terhadap jaringan listrik yang luas. Djamaludin mengatakan bahwa badai matahari bukanlah ancaman jika ada tindakan antisipasi yang dilakukan oleh badan terkait.

Diantaranya adalah pengaturan satelit jika badai matahari diperkirakan akan terjadi. Satelit merupakan teknologi paling rentan terhadap gejala alam ini. Diantaranya yang akan paling parah terkena imbasnya adalah perangkat telekomunikasi, navigasi dan perbankan.

“Bumi tidak akan mengalami gangguan selama dilakukan langkah-langkah pengamanan. Diantaranya adalah mematikan sementara satelit atau menempatkannya dalam save mode, untuk kemudian dinyalakan kembali jika badai matahari telah berakhir,” papar Djamaludin.

Perkiraan kapan terjadinya badai matahari, ujarnya, dapat dilakukan dengan menggunakan teleskop canggih. Melalui teleskop ini, aktivitas magnetik di permukaan matahari serta ledakan matahari dapat dilihat. Kapan terjadinya, berapa lama dan apakah akan mengarah ke bumi dapat diketahui dengan cara ini.

Djamaludin mengatakan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu khawatir akan dampak badai matahari. Tidak seperti Kanada yang waktu itu mati lampu karena badai matahari, Indonesia diperkirakan tidak akan terpengaruh sama sekali.

“Belum ada penelitian yang mengatakan bahwa negara-negara di daerah ekuator seperti Indonesia juga terkena dampaknya, biasanya badai matahari berdampak paling besar pada daerah-daerah yang dekat dengan kutub,” jelasnya.

Namun, operator telekomunikasi dan perbankan di Indonesia yang mengandalkan teknologi satelit akan terancam jika badai matahari terjadi. Untuk itu, LAPAN bekerjasama dengan instansi terkait melakukan sosialisasi mengenai badai matahari ini dan meluruskan informasi yang keliru di masyarakat.

“Tujuan sosialisasi ini adalah meluruskan bahwa badai matahari tidak mengancam kehidupan manusia secara langsung, tapi mengancam teknologi yang ada,” ujarnya.

Sosialisasi yang dilakukan LAPAN berupa pertemuan dengan beberapa pemegang saham perusahaan terkait. LAPAN juga melakukan sosialisasi melalui ceramah, workshop dan seminar-seminar kepada masyarakat.

Ditemukannya Planet yang Mirip dengan Bumi dan Layak Huni


Hasil pengamatan observatorium MW Keck di Hawaii, Amerika Serikat, selama 11 tahun membuahkan hasil. Para ilmuwan menemukan sebuah planet yang paling mirip dengan Bumi. Planet itulah kemungkinan bisa dihuni manusia.

Seperti dilansir Telegraph.co.uk, 29 September 2010, sebuah tim 'pemburu planet' menamai planet yang paling mirip dengan Bumi itu dengan nama Gliese 581g.

Planet yang ukurannya hampir sama dengan Bumi itu mengorbit dan berada di tengah 'zona huni perbintangan'. Peneliti juga menemukan zat cair dapat eksis di permukaan planet itu.

Ini akan menjadi planet paling mirip Bumi yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Ini juga merupakan planet pertama yang paling berpotensi dihuni manusia.

"Temuan kami ini sangat menarik dan menawarkan kemungkinan bahwa planet ini berpotensi untuk dihuni," kata Profesor Steven Vogt di University of California.
Sebelumnya, Badan Antariksa AS (NASA) juga menemukan planet mirip bumi, Kepler 9. 

Gliese 581g ditemukan berdasarkan observasi yang dilakukan menggunakan teknik tercanggih yang dikombinasikan dengan teleskop 'kuno'.  

Yang paling menarik dari dua planet Gliese 581g adalah, dia memiliki massa tiga sampai empat kali dari Bumi dan periode orbit hanya di bawah 37 hari. Volume massa itu menunjukkan bahwa planet itu kemungkinan merupakan planet berbatu dengan permukaan tertentu. Itu juga menunjukkan bahwa planet itu memiliki gravitasi yang cukup.

Gliese 581g terletak dengan jarak 20 tahun cahaya dari Bumi, tepatnya berada di konstelasi Libra. Posisi planet ini, satu sisi selalu menghadap bintang dan memiliki suhu panas yang memungkinkan manusia untuk berjemur secara terus-menerus di siang hari. Di bagian samping yang menghadap jauh dari bintang, berada dalam kegelapan yang terus-menerus.

Para peneliti memperkirakan rata-rata suhu permukaan planet ini antara -24 dan 10 derajat Fahrenheit atau -31 sampai -12 derajat Celsius. Suhunya akan sangat terik saat posisinya menghadap bintang dan bisa terjadi pembekuan saat sedang gelap.

Menurut Profesor Vogt, gravitasi di permukaan planet itu hampir sama atau sedikit lebih tinggi dari Bumi, sehingga orang dapat dengan mudah berjalan tegak di planet ini.

"Faktanya, kami mampu mendeteksi planet ini begitu cepat dan sangat dekat. Ini memiliki arti bahwa planet seperti ini benar-benar berciri umum, seperti Bumi," jelasnya.

Prof Vogt dan Paul Butler, dari Carnegie Institution di Washington, mengatakan temuan-temuan baru tim itu dilaporkan dalam sebuah makalah yang akan diterbitkan dalam JurnalAstrophysical.

AWAS!! Radiasi Blacberry

Setiap ponsel mengeluarkan gelombang elektromagnetik yang terpancar melalui antena. Gelombang ini bisa disebut radiasi dari frekuensi radio. Gelombang ini dipancarkan untuk membawa sinyal komunikasi dari ponsel. Berdasarkan penelitian para ahli, penggunaan ponsel untuk menelepon dapat berisiko terkena kanker pada organ tubuh.
Risiko-risiko yang terjadi pada organ tubuh ditentukan oleh seberapa banyak energi radiasi yang diserap organ tubuh (SAR). Dari nilai SAR, dapat diketahui seberapa bahayanya radiasi ponsel. Radiasi ini kebanyakan menyerang membran-membran tipis jaringan tubuh, celakanya yang paling beresiko adalah membran sel otak.

Berikut ini adalah batas aman radiasi ponsel pada sejumlah bagian tubuh: 
• Kepala : 1,6 W/Kg
• Badan : 0,08 W/Kg
• Telapak tangan,pergelangan tangann : 4 W/Kg
Jika merasa khawatir akan akibat buruk yg bisa ditimbulkan dari radiasi ponsel, lebih baik mulai sekarang lebih bijak dalam menentukan ponsel yang akan dibeli. Jika biasanya pertimbangan membeli ponsel adalah spesifikasi, harga dan desain, maka mulai sekarang sebaiknya mengecek dahulu nilai SAR nya. Nilai SAR dapat dilihat dari situswww.ewg.org

RADIASI DARI BLACKBERRY (diurutkan dari yang tertinggi ke terendah) dalam satuan SAR (W/Kg)

Blackberry 8820w : 1,28-1,58
BlackBerry Bold 9700 : 1,39-1,55
BlackBerry 8703e : 1,44-1,55
BlackBerry Curve 8330 : 1,54
BlackBerry Pearl 8100 : 1,22-1,52
BlackBerry Curve 8300 : 1,51
BlackBerry Bold 9000 : 1,51
BlackBerry Pearl 8120 : 1,48
BlackBerry Pearl 8130 : 1,48
BlackBerry Curve 8320 : 1,08-1,47
BlackBerry 8830 : 1,46
BlackBerry Tour 9630 : 1,43
BlackBerry Curve 8530 : 1,26
BlackBerry Pearl 8110 : 1,24
BlackBerry Curve 8520 : 1,22
BlackBerry Pearl Flip 8220 : 1,15-1,18
BlackBerry 8800 : 1,16
BlackBerry Curve 8310 : 1,09-1,11
BlackBerry Curve 8900 : 1,01
BlackBerry Strom2 9550 : 1,01
BlackBerry Storm 9530 : 0,57
BlackBerry Storm 9500 : 0,57
*sumber: www.ewg.org

Disini kita melihat bahwa Blackberry Bold 9700 (Onyx0 mencapai 1,55 W/Kg, atau hanya 0,05 W/kg lebih rendah dari ambang batas aman. Jadi pengguna Onyx harus bersiasat utuk menggunakan BlackBerrynya secara aman.

Alasan Orang Indonesia memilih Blackberry

Di Indonesia terdapat lelucon, jika tak memiliki gadget yang tepat, orang akan dikucilkan. Tak diragukan, gadget yang sedang indi Indonesia adalah BlackBerry.
Bukan tanpa alasan, hal ini bisa dilihat dari sekeliling. Misalnya, saat jam makan siang di Jakarta, banyak didapati orang asyik ‘bergumul’ dengan BlackBerry mereka. Sebagian besar orang-orang ini terpaku pada smartphone dekoratif mereka.
Pengamat teknologi informasi (TI) Onno Purbo, orang Indonesia melihat BlackBerry sebagai gadget trendi dan menarik. Tak hanya para profesional yang turut terjebak dalam ‘kemeriahan’ ini. Bahkan, siswa SMA pun sudah menggunakan gadget ini dengan alasan agar tetap bisa berhubungan dengan teman-temannya.
Selain itu, seringkali ditemui satu keluarga yang semua anggota keluarga menggunakan smartphone. Namun, mengapa smartphone, bukan ponsel? Menurut banyak orang, smartphone jauh lebih keren dibanding ponsel.
Demam smartphone Research In Motion (RIM), pengembang BlackBerry Kanada, ini membuat produsen BlackBerry itu tak butuh iklan guna memikat pelanggan baru. Meski begitu, tetap ada kampanye pemasaran dari profil tinggi RI, terutama anak menantu presiden.
Analis pemasaran mengatakan, hal yang menjadi pendorong penjualan smartphone di Indonesia adalah kata mulut ke mulut. Namun, bagaimana semua hal ini dimulai masih menjadi sebuah misteri.
Fitur yang dimiliki BlackBerry sendiri sedikit berbeda dengan smartphone lain yang tersedia di pasar, meski pengguna lain juga bisa mengirim pesan secara gratis. Entah bagaimana seperti ditulis BBC, produk gaya hidup ini telah memperoleh status kultus di Indonesia.
“Kita adalah bangsa konsumen, selalu mencari tren terbaru,” ujar Purbo. Swadeklarasi trendsetter seperti radio DJ Tommy Prabowo menyuarakan pandangan Purbo. “Saat saya pertama mendapat Blackberry di 2008, sangat sedikit orang Jakarta menggunakannya. Namun kini, 99% kenalan saya menggunakan BlackBerry,” katanya.
Selama dua tahun terakhir, Prabowo mengganti smartphone-nya sebanyak empat kali untuk mengikuti tren terbaru. Fenomena ini mirip ledakan ponsel di Indonesia kurang dari satu dekade lalu yang membuat Indonesia menjadi salah satu pasar ponsel terbesar dunia.
“Anda tak keren jika tak memiliki Nokia terbaru. Saat ini kita sedang menuju ke arah yang sama. Beberapa orang sama sekali tak mengetahui cara menggunakan fitur Blackberry selain layanan pesannya. BlackBerry merupakan hal baru dan ngetren,” kata Prabowo.
Ledakan pengguna smartphone tampaknya bertepatan dengan lonjakan penggemar media sosial. Menurut situs Internet World Stats, sejak 2000, penggunaan internet di Indonesia telah tumbuh 1.500%.
Statistik web Socialbakers memperkirakan Indonesia memiliki 37 juta pengguna Facebook dan menempati posisi kedua setelah Amerika Serikat (AS). Sementara itu, penghitung trafik comScore memberi peringkat Indonesia keempat dunia untuk Twitter.
Menurut pekerja bank yang sempat dipenjara setelah mengeluhkan perlakuan rumah sakit dalam email yang dikirim ke teman-teman, Prita Mulyasari, pentingnya jejaring sosial mendapat perhatian Indonesia pada 2009.
Para pendukung Prita meluncurkan kampanye besar-besaran di Facebook dan Twitter, dan memicu peliputan media secara luas baik di nasional dan internasional yang kemudian membuat Prita dibebaskan dari semua tuduhan.
Baru-baru ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyangkal klaim kritikus yang menyebarkan kebohongan dan rumor tentang SBY menggunakan media sosial. Bahkan, presiden menyebut BlackBerry sebagai platform yang bisa ‘meningkatkan kehidupan’.
Namun, ia menambahkan, mereka yang ‘menggunakan media online untuk membunuh karakter atau menyalahgunakannya, tak bertanggung jawab, tercela dan pengecut’.
Purbo yakin, banyak orang Indonesia menggunakan teknologi komunikasi lebih dari sekadar memperbarui status sosial. “Hal inilah yang perlu dipelihara dan pemerintah harus melakukannya sesuatu pada hal ini,” katanya.
Selama bertahun-tahun, pemerintah Indonesia bernegosiasi dengan RIM untuk pembangunan server lokal. Purbo yakin, pemerintah harus lebih proaktif mendorong RIM berinvestasi di RI. “Mengapa berhenti pada satu server? Server hanya sepotong kecil peralatan dan bisa diletakkan di mana saja. Mengapa tak meminta mereka membangun pabrik di sini?”
Programer Indonesia harus dilibatkan dan berbagi keuntungan, lanjutnya. Semua hal ini bisa berubah jika Android Google berhasil mengambil alih pasar. Purbo sendiri menggambarkan Android sebagai ‘hal besar berikutnya’.
Smartphone Android belum memenangkan konsumen Indonesia. Purbo yakin, hal ini dikarenakan Android sebagian besar diproduksi di Asia sementara orang Indonesia ‘haus’ barang Amerika atau Eropa.
Saat ini, jutaan pengguna Blackberry menekan jaringan mobile dan membuat operator kesulitan memasok layanan handal. “Saya sendiri telah meninggalkan Blackberry sejak lama dan menggunakan Android. Android murah dan buatan China,” ujar Purbo.